BAGI Anda yang telah menghabiskan uang membeli buah dan sayuran organik mungkin akan kecewa mendengar ini. Nyatanya sebuah studi baru menunjukkan bahwa buah dan sayuran organik kurang bergizi dan rasanya pun tidak lebih baik daripada sayur dan buah yang ditanam menggunakan bahan kimia.
Namun, makanan organik memang menguntungkan bagi lingkungan. Dari uji coba terhadap tiga tanaman yakni kentang, brokoli, dan tomat, ditemukan, tanaman nonorganik ternyata lebih bergizi dan lebih enak, menurut laporan Daily Express (23/3).
Untuk brokoli yang ditanam secara normal tingkat antioksidan lebih tinggi daripada sampel organik. Sementara itu, pada kentang, ditemukan bahwa versi yang ditumbuhkan dengan pupuk kimia mengandung lebih banyak vitamin C. Adapun tomat nonorganik memiliki rasa yang kuat dan manis daripada yang organik, menurut 69 persen dari pencicip.
Ahli gizi Carina Norris mengatakan, "Penelitian ini menunjukkan bahwa buah dan sayuran yang ditumbuhkan secara nonorganik juga memiliki banyak kebaikan. Yang paling penting bagi kita sebenarnya yakni untuk senantiasa makan sayur dan buah, baik organik maupun tidak."(Pri/OL-06)
Selasa, 03 Mei 2011
Perawatan Mata di saat Terik
MESKIPUN tak sabar memamerkan kaca mata hitam baru, Anda semestinya terlebih dahulu memastikan apakah kaca mata itu memang benar-benar bisa melindungi mata dari kerusakan sinar matahari, terlebih saat cuaca sedang terik-teriknya.
Sama seperti tabir surya yang kita gunakan untuk melindungi kulit, lensa kacamata hitam semestinya juga bisa melakukan hal serupa. Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan bisa menjadi penyebab katarak, kerusakan retina, dan masalah mata lainnya. Saat cuaca panas, kacamata hitam memang perangkat ideal mencegah sinar matahari dan debu masuk ke mata.
Apabila Anda berencana melakukan olahraga di air, belilah kacamata pelindung yang memang bagus, tak sekadar trendi atau mahal. Jika Anda berenang secara teratur, pastikan bahwa Anda memakai kacamata. Di musim panas, kandungan klorin pada kolam meningkat sehingga bisa dengan mudah menyebabkan mata iritasi. Untuk itu, obat tetes mata merupakan cara paling efektif untuk melindungi mata. Tanyakan pada dokter jenis obat tetes mata apa yang paling cocok dan bebas pengawet yang mampu membuat mata terasa nyaman.
Apa saja gangguan mata yang bisa terjadi kala cuaca tengah panas? Berikut beberapa di antaranya:
1. Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah penyakit umum kala musim panas. Penyakit ini ditandai dengan mata kemerahan, terasa nyeri, dan mata berair. Penyakit ini perlu segera ditangani untuk mencegah penyebaran infeksi kepada orang lain dan memburuknya kondisi mata. Jagalah kebersihan dengan mencuci mata dengan air bersih, jangan berbagi sapu tangan atau handuk dengan orang lain. Gunakan tetes mata antibiotik dan salep mata, tapi melalui resep dokter.
2. Styes
Penyakit ini ditandai dengan kelopak mata bengkak, kemerahan, dan nyeri. Itu terjadi karena infeksi bakteri pada kelopak mata. Jika Anda mengalami stye, jagalah kebersihan mata atau kompres mata dengan handuk hangat lalu minum tablet analgesik dan antibiotik.
3. Mata kering
Sindrom mata kering umum terjadi saat musim panas karena suhu udara meningkat dan cairan pada mata mengering dengan cepat. Sering-seringlah mencuci mata dan gunakan tetes mata. (Pri/OL-06)
Sama seperti tabir surya yang kita gunakan untuk melindungi kulit, lensa kacamata hitam semestinya juga bisa melakukan hal serupa. Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan bisa menjadi penyebab katarak, kerusakan retina, dan masalah mata lainnya. Saat cuaca panas, kacamata hitam memang perangkat ideal mencegah sinar matahari dan debu masuk ke mata.
Apabila Anda berencana melakukan olahraga di air, belilah kacamata pelindung yang memang bagus, tak sekadar trendi atau mahal. Jika Anda berenang secara teratur, pastikan bahwa Anda memakai kacamata. Di musim panas, kandungan klorin pada kolam meningkat sehingga bisa dengan mudah menyebabkan mata iritasi. Untuk itu, obat tetes mata merupakan cara paling efektif untuk melindungi mata. Tanyakan pada dokter jenis obat tetes mata apa yang paling cocok dan bebas pengawet yang mampu membuat mata terasa nyaman.
Apa saja gangguan mata yang bisa terjadi kala cuaca tengah panas? Berikut beberapa di antaranya:
1. Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah penyakit umum kala musim panas. Penyakit ini ditandai dengan mata kemerahan, terasa nyeri, dan mata berair. Penyakit ini perlu segera ditangani untuk mencegah penyebaran infeksi kepada orang lain dan memburuknya kondisi mata. Jagalah kebersihan dengan mencuci mata dengan air bersih, jangan berbagi sapu tangan atau handuk dengan orang lain. Gunakan tetes mata antibiotik dan salep mata, tapi melalui resep dokter.
2. Styes
Penyakit ini ditandai dengan kelopak mata bengkak, kemerahan, dan nyeri. Itu terjadi karena infeksi bakteri pada kelopak mata. Jika Anda mengalami stye, jagalah kebersihan mata atau kompres mata dengan handuk hangat lalu minum tablet analgesik dan antibiotik.
3. Mata kering
Sindrom mata kering umum terjadi saat musim panas karena suhu udara meningkat dan cairan pada mata mengering dengan cepat. Sering-seringlah mencuci mata dan gunakan tetes mata. (Pri/OL-06)
Perawatan Mata di saat Terik
MESKIPUN tak sabar memamerkan kaca mata hitam baru, Anda semestinya terlebih dahulu memastikan apakah kaca mata itu memang benar-benar bisa melindungi mata dari kerusakan sinar matahari, terlebih saat cuaca sedang terik-teriknya.
Sama seperti tabir surya yang kita gunakan untuk melindungi kulit, lensa kacamata hitam semestinya juga bisa melakukan hal serupa. Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan bisa menjadi penyebab katarak, kerusakan retina, dan masalah mata lainnya. Saat cuaca panas, kacamata hitam memang perangkat ideal mencegah sinar matahari dan debu masuk ke mata.
Apabila Anda berencana melakukan olahraga di air, belilah kacamata pelindung yang memang bagus, tak sekadar trendi atau mahal. Jika Anda berenang secara teratur, pastikan bahwa Anda memakai kacamata. Di musim panas, kandungan klorin pada kolam meningkat sehingga bisa dengan mudah menyebabkan mata iritasi. Untuk itu, obat tetes mata merupakan cara paling efektif untuk melindungi mata. Tanyakan pada dokter jenis obat tetes mata apa yang paling cocok dan bebas pengawet yang mampu membuat mata terasa nyaman.
Apa saja gangguan mata yang bisa terjadi kala cuaca tengah panas? Berikut beberapa di antaranya:
1. Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah penyakit umum kala musim panas. Penyakit ini ditandai dengan mata kemerahan, terasa nyeri, dan mata berair. Penyakit ini perlu segera ditangani untuk mencegah penyebaran infeksi kepada orang lain dan memburuknya kondisi mata. Jagalah kebersihan dengan mencuci mata dengan air bersih, jangan berbagi sapu tangan atau handuk dengan orang lain. Gunakan tetes mata antibiotik dan salep mata, tapi melalui resep dokter.
2. Styes
Penyakit ini ditandai dengan kelopak mata bengkak, kemerahan, dan nyeri. Itu terjadi karena infeksi bakteri pada kelopak mata. Jika Anda mengalami stye, jagalah kebersihan mata atau kompres mata dengan handuk hangat lalu minum tablet analgesik dan antibiotik.
3. Mata kering
Sindrom mata kering umum terjadi saat musim panas karena suhu udara meningkat dan cairan pada mata mengering dengan cepat. Sering-seringlah mencuci mata dan gunakan tetes mata. (Pri/OL-06)
Sama seperti tabir surya yang kita gunakan untuk melindungi kulit, lensa kacamata hitam semestinya juga bisa melakukan hal serupa. Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan bisa menjadi penyebab katarak, kerusakan retina, dan masalah mata lainnya. Saat cuaca panas, kacamata hitam memang perangkat ideal mencegah sinar matahari dan debu masuk ke mata.
Apabila Anda berencana melakukan olahraga di air, belilah kacamata pelindung yang memang bagus, tak sekadar trendi atau mahal. Jika Anda berenang secara teratur, pastikan bahwa Anda memakai kacamata. Di musim panas, kandungan klorin pada kolam meningkat sehingga bisa dengan mudah menyebabkan mata iritasi. Untuk itu, obat tetes mata merupakan cara paling efektif untuk melindungi mata. Tanyakan pada dokter jenis obat tetes mata apa yang paling cocok dan bebas pengawet yang mampu membuat mata terasa nyaman.
Apa saja gangguan mata yang bisa terjadi kala cuaca tengah panas? Berikut beberapa di antaranya:
1. Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah penyakit umum kala musim panas. Penyakit ini ditandai dengan mata kemerahan, terasa nyeri, dan mata berair. Penyakit ini perlu segera ditangani untuk mencegah penyebaran infeksi kepada orang lain dan memburuknya kondisi mata. Jagalah kebersihan dengan mencuci mata dengan air bersih, jangan berbagi sapu tangan atau handuk dengan orang lain. Gunakan tetes mata antibiotik dan salep mata, tapi melalui resep dokter.
2. Styes
Penyakit ini ditandai dengan kelopak mata bengkak, kemerahan, dan nyeri. Itu terjadi karena infeksi bakteri pada kelopak mata. Jika Anda mengalami stye, jagalah kebersihan mata atau kompres mata dengan handuk hangat lalu minum tablet analgesik dan antibiotik.
3. Mata kering
Sindrom mata kering umum terjadi saat musim panas karena suhu udara meningkat dan cairan pada mata mengering dengan cepat. Sering-seringlah mencuci mata dan gunakan tetes mata. (Pri/OL-06)
Minggu, 01 Mei 2011
Botox Sebabkan Sulit Ekspresikan Emosi
SUNTIKAN botox yang biasanya dikenal mampu menyingkirkan garis dan kerutan ternyata memiliki efek samping. Orang yang menerima suntikan ini bisa mengalami hambatan dalam hubungan sosialnya. Itu disebabkan orang tersebut menjadi tak mampu untuk mengekspresikan emosi pada orang lain.
Menurut sebuah penelitian baru di Universitas California selatan (USC) dan Duke University, perempuan yang menerima suntikan Botox kurang mampu mengekspresikan wajahnya.
Studi pun dilakukan guna menguji bukti bahwa bila manusia kerap menirukan ekspresi wajah orang lain untuk menunjukkan kondisi emosional seperti ketakutan, cemas, atau kebahagiaan. Orang-orang yang telah menggunakan botox terbukti tidak bisa mereproduksi ekspresi tersebut karena beberapa bagian dari wajah mereka tak mampu bergerak.
Para peneliti juga membandingkan pengguna botox dengan yang menggunakan obat antikeriput, Restylane. Mereka menemukan pengguna restylane mampu mengekspresikan ekspresi wajah orang dengan keakuratan sebesar 77 persen, sedangkan mereka yang menjalani perawatan Botox hanya mampu menafsirkan emosi sebesar 70 persen.
Seperti dikutip dari Fox News, Rabu (27/4), profesor psikologi David T Neal dari USC, menjelaskan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pikiran dan tubuh dalam dua arah. Meskipun penelitian berfokus pada kekuatan pikiran atas tubuh, Neal menyatakan penelitian ini menunjukkan bahwa tubuh memberikan umpan balik yang membantu kita menavigasi dunia sosial. (Pri/OL-06)
Menurut sebuah penelitian baru di Universitas California selatan (USC) dan Duke University, perempuan yang menerima suntikan Botox kurang mampu mengekspresikan wajahnya.
Studi pun dilakukan guna menguji bukti bahwa bila manusia kerap menirukan ekspresi wajah orang lain untuk menunjukkan kondisi emosional seperti ketakutan, cemas, atau kebahagiaan. Orang-orang yang telah menggunakan botox terbukti tidak bisa mereproduksi ekspresi tersebut karena beberapa bagian dari wajah mereka tak mampu bergerak.
Para peneliti juga membandingkan pengguna botox dengan yang menggunakan obat antikeriput, Restylane. Mereka menemukan pengguna restylane mampu mengekspresikan ekspresi wajah orang dengan keakuratan sebesar 77 persen, sedangkan mereka yang menjalani perawatan Botox hanya mampu menafsirkan emosi sebesar 70 persen.
Seperti dikutip dari Fox News, Rabu (27/4), profesor psikologi David T Neal dari USC, menjelaskan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pikiran dan tubuh dalam dua arah. Meskipun penelitian berfokus pada kekuatan pikiran atas tubuh, Neal menyatakan penelitian ini menunjukkan bahwa tubuh memberikan umpan balik yang membantu kita menavigasi dunia sosial. (Pri/OL-06)
Remaja Gemuk Tanpa Kurang Vitamin D
KINI, tak sedikit kita temui remaja yang mengalami kelebihan berat badan. Menurut para ahli kondisi itu disebabkan mereka kurang asupan vitamin D. Padahal ini bisa meningkatkan risiko diabetes, hipertensi, kanker, dan penyakit kardiovaskuler.
Peneliti di Hasbro Children's Hospital menyarankan adanya untuk studi lebih lanjut untuk menentukan apakah normalisasi tingkat vitamin D akan membantu menurunkan risiko kesehatan yang berhubungan dengan obesitas.
Peneliti utama Zeev Harel dan timnya menjelajahi prevalensi status vitamin D rendah antara 68 remaja obesitas dan meneliti dampak pengobatan status vitamin D rendah pada pasien itu.
Mereka menemukan bahwa tingkat vitamin D rendah hampir dialami remaja putri (72 persen kekurangan dan 28 persen tergolong cukup) dan 91 persen dari anak laki-laki (69 persen kekurangan dan 22 persen mencukupi).
Pada mereka yang kekurangan vitamin D atau insufisiensi, 43 pasien menjalani pengulangan pengukuran tingkat vitamin D setelah perawatan. Meskipun ada peningkatan yang signifikan dalam kadar vitamin D setelah perawatan, serum kadar vitamin D menormalisasi hanya 28 persen dari pasien tersebut. Para peneliti menjelaskan bahwa vitamin D mungkin diasingkan dalam lemak tubuh dan ini mungkin adalah alasan utama kurangnya respons. Studi ini akan diterbitkan dalam edisi Mei 2011 Journal of Adolescent Health. (Pri/OL-06)
Peneliti di Hasbro Children's Hospital menyarankan adanya untuk studi lebih lanjut untuk menentukan apakah normalisasi tingkat vitamin D akan membantu menurunkan risiko kesehatan yang berhubungan dengan obesitas.
Peneliti utama Zeev Harel dan timnya menjelajahi prevalensi status vitamin D rendah antara 68 remaja obesitas dan meneliti dampak pengobatan status vitamin D rendah pada pasien itu.
Mereka menemukan bahwa tingkat vitamin D rendah hampir dialami remaja putri (72 persen kekurangan dan 28 persen tergolong cukup) dan 91 persen dari anak laki-laki (69 persen kekurangan dan 22 persen mencukupi).
Pada mereka yang kekurangan vitamin D atau insufisiensi, 43 pasien menjalani pengulangan pengukuran tingkat vitamin D setelah perawatan. Meskipun ada peningkatan yang signifikan dalam kadar vitamin D setelah perawatan, serum kadar vitamin D menormalisasi hanya 28 persen dari pasien tersebut. Para peneliti menjelaskan bahwa vitamin D mungkin diasingkan dalam lemak tubuh dan ini mungkin adalah alasan utama kurangnya respons. Studi ini akan diterbitkan dalam edisi Mei 2011 Journal of Adolescent Health. (Pri/OL-06)
Remaja Gemuk Tanpa Kurang Vitamin D
KINI, tak sedikit kita temui remaja yang mengalami kelebihan berat badan. Menurut para ahli kondisi itu disebabkan mereka kurang asupan vitamin D. Padahal ini bisa meningkatkan risiko diabetes, hipertensi, kanker, dan penyakit kardiovaskuler.
Peneliti di Hasbro Children's Hospital menyarankan adanya untuk studi lebih lanjut untuk menentukan apakah normalisasi tingkat vitamin D akan membantu menurunkan risiko kesehatan yang berhubungan dengan obesitas.
Peneliti utama Zeev Harel dan timnya menjelajahi prevalensi status vitamin D rendah antara 68 remaja obesitas dan meneliti dampak pengobatan status vitamin D rendah pada pasien itu.
Mereka menemukan bahwa tingkat vitamin D rendah hampir dialami remaja putri (72 persen kekurangan dan 28 persen tergolong cukup) dan 91 persen dari anak laki-laki (69 persen kekurangan dan 22 persen mencukupi).
Pada mereka yang kekurangan vitamin D atau insufisiensi, 43 pasien menjalani pengulangan pengukuran tingkat vitamin D setelah perawatan. Meskipun ada peningkatan yang signifikan dalam kadar vitamin D setelah perawatan, serum kadar vitamin D menormalisasi hanya 28 persen dari pasien tersebut. Para peneliti menjelaskan bahwa vitamin D mungkin diasingkan dalam lemak tubuh dan ini mungkin adalah alasan utama kurangnya respons. Studi ini akan diterbitkan dalam edisi Mei 2011 Journal of Adolescent Health. (Pri/OL-06)
Peneliti di Hasbro Children's Hospital menyarankan adanya untuk studi lebih lanjut untuk menentukan apakah normalisasi tingkat vitamin D akan membantu menurunkan risiko kesehatan yang berhubungan dengan obesitas.
Peneliti utama Zeev Harel dan timnya menjelajahi prevalensi status vitamin D rendah antara 68 remaja obesitas dan meneliti dampak pengobatan status vitamin D rendah pada pasien itu.
Mereka menemukan bahwa tingkat vitamin D rendah hampir dialami remaja putri (72 persen kekurangan dan 28 persen tergolong cukup) dan 91 persen dari anak laki-laki (69 persen kekurangan dan 22 persen mencukupi).
Pada mereka yang kekurangan vitamin D atau insufisiensi, 43 pasien menjalani pengulangan pengukuran tingkat vitamin D setelah perawatan. Meskipun ada peningkatan yang signifikan dalam kadar vitamin D setelah perawatan, serum kadar vitamin D menormalisasi hanya 28 persen dari pasien tersebut. Para peneliti menjelaskan bahwa vitamin D mungkin diasingkan dalam lemak tubuh dan ini mungkin adalah alasan utama kurangnya respons. Studi ini akan diterbitkan dalam edisi Mei 2011 Journal of Adolescent Health. (Pri/OL-06)
Organisme Laut Kutub Utara Mengandung Merkuri
JANGAN tertipu oleh tampilan lezat lobster yang Anda pesan di restoran mewah. Karena, hidangan itu bisa saja mengandung merkuri.
Peneliti dari Universitas Alberta menemukan bahwa zat merkuri anorganik berbahaya, yang dihasilkan dari pembakaran industri dan batubara berubah menjadi monomethylmercury yang mematikan saat berada lautan. Zat ini pun masuk ke rantai makanan mulai dari makhluk laut kecil hingga manusia.
Bayi dalam kandungan maupun yang baru lahir sangat sensitif terhadap efek monomethylmercury. Zat ini bisa menyebabkan kerusakan otak dan sumsum tulang belakang. Gejala biasanya berupa gerakan abnormal seperti memutar, menyentak, atau menggeliat dari tangan, kaki, lengan, atau kaki saat terjaga.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Igor Lehnherr menggunakan sampel air laut yang diinkubasi lalu dikumpulkan dari Kepulauan Arctic Kanada, seperti dikutip dari Sciencedaily, Rabu (27/4)
Lehnherr mengatakan konversi merkuri anorganik menjadi monomethylmercury hadie sekitar 50 persen di perairan laut kutub. Ini bisa menjelaskan ditemukannya sejumlah besar merkuri pada organisme laut Kutub Utara. Temuan ini telah dipublikasikan pada jurnal Nature Geoscience edisi April 2011. (Pri/OL-06)
Peneliti dari Universitas Alberta menemukan bahwa zat merkuri anorganik berbahaya, yang dihasilkan dari pembakaran industri dan batubara berubah menjadi monomethylmercury yang mematikan saat berada lautan. Zat ini pun masuk ke rantai makanan mulai dari makhluk laut kecil hingga manusia.
Bayi dalam kandungan maupun yang baru lahir sangat sensitif terhadap efek monomethylmercury. Zat ini bisa menyebabkan kerusakan otak dan sumsum tulang belakang. Gejala biasanya berupa gerakan abnormal seperti memutar, menyentak, atau menggeliat dari tangan, kaki, lengan, atau kaki saat terjaga.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Igor Lehnherr menggunakan sampel air laut yang diinkubasi lalu dikumpulkan dari Kepulauan Arctic Kanada, seperti dikutip dari Sciencedaily, Rabu (27/4)
Lehnherr mengatakan konversi merkuri anorganik menjadi monomethylmercury hadie sekitar 50 persen di perairan laut kutub. Ini bisa menjelaskan ditemukannya sejumlah besar merkuri pada organisme laut Kutub Utara. Temuan ini telah dipublikasikan pada jurnal Nature Geoscience edisi April 2011. (Pri/OL-06)
Langganan:
Postingan (Atom)