Siapa bilang kita harus mencuci rambut setiap hari? Dan siapa bilang jika memakai foundation kita harus mengoleskannya ke seluruh wajah? Di bawah ini adalah 9 "peraturan" kecantikan yang sebenarnya berlaku hanya bagi sebagian orang, dan harus dihindari oleh yang lain.
1. Cuci rambut setiap hari
Jika rambut Anda kering, mencuci rambut setiap hari justru akan membuatnya makin kering. Cucilah rambut setiap 2 atau 3 hari, saat kulit kepala sudah kembali ke kelembapan alaminya. Namun jika rambut dan kulit kepala Anda memang cenderung berminyak, Anda memang harus mencuci rambut setiap hari.
2. Mengoleskan foundation ke seluruh permukaan wajah
Ini hanya berlaku jika di wajah Anda terdapat banyak flek hitam, jerawat, atau noda bekas jerawat yang tersebar di mana-mana. Jika wajah cenderung "bersih", cukup oleskan foundation di area bawah mata yang biasanya menghitam, dan di area yang sedang berjerawat. Sisanya biarkan saja natural.
3. Memotong kutikula kuku
Banyak orang yang rajin memotong kutikula, alias kulit yang ada di sekitar kuku. Kebiasaan ini pun kadang dilakukan di salon saat sedang manikur/pedikur. Padahal sebenarnya kutikula berfungsi untuk melindungi tempat tumbuhnya kuku dari paparan bakteri. Jika kita memotong kutikula, kita justru akan memperbesar kemungkinan kuku untuk terkena infeksi.
4. Setiap enam minggu sekali, potong ujung-ujung rambut
Aturan ini hanya berlaku bagi rambut yang bercabang, dan Anda yang memiliki potongan rambut pendek yang perlu terus dijaga potongannya agar tak berantakan. Jika rambut Anda sehat dan tak bercabang, perawatan ini tak perlu dilakukan sama sekali.
5. Rutin lakukan pengelupasan kulit wajah
Jika kulit wajah Anda normal atau berminyak, pengelupasan justru akan merusak kulit. Kulit yang normal sebenarnya akan mengelupas dengan sendirinya dan mengenyahkan kulit mati. Namun jika Anda memiliki kulit kering, sebaiknya memang pengelupasan dilakukan sendiri. Pilihlah produk seperti sabun pencuci wajah atau krim malam untuk eksfoliasi yang lembut.
6. Jangan pakai eye-liner di bawah mata
Eye-liner yang diulas di atas dan di bawah mata sebenarnya bisa menegaskan bentuk mata dan memberi efek bulu mata lebih tebal. Namun jika mata Anda sipit, sebaiknya hindari menggunakan eye-liner di bawah mata karena bisa membuat mata terlihat makin kecil.
7. Mandi dua kali sehari
Mandi pagi sebelum berangkat kerja dan mandi sore setelah selesai beraktivitas memang dianjurkan. Namun jika Anda sedang tak beraktivitas penuh dan tubuh tak berkeringat, tak ada salahnya melewatkan waktu mandi satu kali. Terlalu sering mandi justru membuat kulit jadi kering, apalagi jika kita menggunakan sabun antibakteri. Jika kulit Anda memang dasarnya kering, terlalu sering mandi bisa membuat pori-pori jadi membesar dan bakteri mudah masuk.
8. Pakai sampo dulu, baru kondisioner
Ini hanya berlaku bagi Anda yang memiliki rambut kering. Tapi jika rambut Anda berminyak, lakukanlah sebaliknya: pakai kondisioner dulu, lalu bilas dengan sampo. Ini berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa kondisioner yang menempel di rambut, yang jika dibiarkan malah akan membuat rambut jadi lepek dan berminyak.
Tampilkan postingan dengan label rambut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rambut. Tampilkan semua postingan
Selasa, 17 Mei 2011
Kiat Mengatasi Rambut Rusak Ala Marissa Nasution
Marissa Nasution memiliki rambut yang ikal dan cenderung kering. Di saat-saat tertentu, rambutnya terlihat tipis dan kaku, sehingga tampak tidak sehat. Namun kini ia bisa mengatasinya. Apa rahasianya?
“Saran saya, lebih baik gunakan produk perawatan rambut dari label yang sama. Karena hasilnya pasti lebih maksimal,” ujarnya saat berbincang dengan Yahoo! Style Factor beberapa waktu lalu.
Awalnya, Marissa mengatakan, dia ingin rambutnya kembali terlihat bervolume dan bercahaya. Dia lalu memakai banyak perawatan rambut dan mencampur aneka label perawatan secara bersamaan. Ternyata, itu hanya menambah masalah.
Kiat lain yang disarankan oleh oleh Marissa adalah mengenali terlebih dahulu masalah rambut yang dialami. Jika sumber masalah sudah diketahui, maka kita akan dengan mudah memilih produk perawatan rambut yang sesuai.
Bagi Marissa, produk Pantene terbaru, Nature Care adalah yang paling tepat.
“Pantene Nature Care membuat rambutku terlihat lebih halus, bervolume dan bercahaya,” kata Marissa.
Produk Pantene terbaru yang mengandung ekstrak bunga cassia itu, menurut Marissa, dapat menyehatkan tiap helai rambut mulai dari akarnya, sehingga tampilan rambut secara keseluruhan menjadi lebih indah. Rambut juga jadi lebih mudah diatur.
“Yang paling menyenangkan, wangi alami dari perawatan Pantene Nature Care dapat membuatku lebih rileks saat mengalami hari-hari yang berat,” kata Marissa.
“Saran saya, lebih baik gunakan produk perawatan rambut dari label yang sama. Karena hasilnya pasti lebih maksimal,” ujarnya saat berbincang dengan Yahoo! Style Factor beberapa waktu lalu.
Awalnya, Marissa mengatakan, dia ingin rambutnya kembali terlihat bervolume dan bercahaya. Dia lalu memakai banyak perawatan rambut dan mencampur aneka label perawatan secara bersamaan. Ternyata, itu hanya menambah masalah.
Kiat lain yang disarankan oleh oleh Marissa adalah mengenali terlebih dahulu masalah rambut yang dialami. Jika sumber masalah sudah diketahui, maka kita akan dengan mudah memilih produk perawatan rambut yang sesuai.
Bagi Marissa, produk Pantene terbaru, Nature Care adalah yang paling tepat.
“Pantene Nature Care membuat rambutku terlihat lebih halus, bervolume dan bercahaya,” kata Marissa.
Produk Pantene terbaru yang mengandung ekstrak bunga cassia itu, menurut Marissa, dapat menyehatkan tiap helai rambut mulai dari akarnya, sehingga tampilan rambut secara keseluruhan menjadi lebih indah. Rambut juga jadi lebih mudah diatur.
“Yang paling menyenangkan, wangi alami dari perawatan Pantene Nature Care dapat membuatku lebih rileks saat mengalami hari-hari yang berat,” kata Marissa.
9 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mewarnai Rambut
Banyak orang tak mau mewarnai rambut karena khawatir membuat rambut rusak, atau takut hasilnya gagal. Padahal jika dilakukan dengan baik dan benar, efek buruk pengecatan rambut bisa dihindari. Apa saja yang harus diperhatikan?
1. Beli warna yang lebih terang
Hasil pengecatan biasanya tak sesuai dengan gambar yang ada di kemasan. Warna di rambut kita biasanya akan lebih gelap, terutama pada rambut orang Indonesia yang hitam legam. Untuk mengatasinya, belilah cat rambut yang 2 tingkat lebih terang dari yang Anda inginkan.
2. Realistis
Jangan harap perubahan warna rambut yang drastis, misalnya dari hitam ke merah terang, akan langsung membuat penampilan Anda lebih menarik. Justru perubahan warna yang tak terlalu mencolok (dari hitam ke coklat tua) malah lebih bisa memberi kesan yang lebih baik.
3. Selalu beli lebih
Jika rambut Anda tebal dan panjangnya melebihi dada, biasanya Anda membutuhkan 3 boks cat rambut. Lebih baik berjaga-jaga membeli lebih, daripada baru menyadari kekurangannya di tengah proses pengecatan.
4. Pilih formula yang tepat
Perempuan dengan rambut tebal dan cenderung ikal sebaiknya menggunakan cat rambut berbentuk gel atau cair yang bisa lebih mudah didistribusikan ke seluruh permukaan rambut. Jika kulit Anda sensitif, pilih cat rambut berbentuk foam yang tak akan menetes ke wajah Anda.
5. Jauhi kolam renang
Klorin yang terdapat di air kolam renang akan merusak kutikula rambut dan membuat rambut berubah warna. Jadi, 2 minggu sebelum dan sesudah mengecat rambut, stop dulu aktivitas berenang.
6. "Rambut kotor" lebih baik
Minyak di kulit kepala berfungsi sebagai pelindung dari iritasi. Jadi, sebaiknya jangan keramas sebelum mengecat rambut. Rambut lepek juga akan memudahkan proses pengecatan agar lebih merata dan menutupi semua bagian rambut.
7. Ganti sampo Anda
Beberapa jenis sampo, salah satunya sampo antiketombe, mengandung bahan kimia yang bisa melunturkan warna cat rambut. Gunakan sampo khusus untuk rambut yang diwarnai, agar warna lebih tahan lama.
8. Siapkan produk perawatan
Cat rambut mengandung bahan bernama hidrogen peroksida yang dapat merusak rambut. Setelah rambut Anda diwarnai, rawatlah dengan produk perawatan berbahan natural yang bisa mengembalikan kelembapan dan mencegah kerusakan rambut.
1. Beli warna yang lebih terang
Hasil pengecatan biasanya tak sesuai dengan gambar yang ada di kemasan. Warna di rambut kita biasanya akan lebih gelap, terutama pada rambut orang Indonesia yang hitam legam. Untuk mengatasinya, belilah cat rambut yang 2 tingkat lebih terang dari yang Anda inginkan.
2. Realistis
Jangan harap perubahan warna rambut yang drastis, misalnya dari hitam ke merah terang, akan langsung membuat penampilan Anda lebih menarik. Justru perubahan warna yang tak terlalu mencolok (dari hitam ke coklat tua) malah lebih bisa memberi kesan yang lebih baik.
3. Selalu beli lebih
Jika rambut Anda tebal dan panjangnya melebihi dada, biasanya Anda membutuhkan 3 boks cat rambut. Lebih baik berjaga-jaga membeli lebih, daripada baru menyadari kekurangannya di tengah proses pengecatan.
4. Pilih formula yang tepat
Perempuan dengan rambut tebal dan cenderung ikal sebaiknya menggunakan cat rambut berbentuk gel atau cair yang bisa lebih mudah didistribusikan ke seluruh permukaan rambut. Jika kulit Anda sensitif, pilih cat rambut berbentuk foam yang tak akan menetes ke wajah Anda.
5. Jauhi kolam renang
Klorin yang terdapat di air kolam renang akan merusak kutikula rambut dan membuat rambut berubah warna. Jadi, 2 minggu sebelum dan sesudah mengecat rambut, stop dulu aktivitas berenang.
6. "Rambut kotor" lebih baik
Minyak di kulit kepala berfungsi sebagai pelindung dari iritasi. Jadi, sebaiknya jangan keramas sebelum mengecat rambut. Rambut lepek juga akan memudahkan proses pengecatan agar lebih merata dan menutupi semua bagian rambut.
7. Ganti sampo Anda
Beberapa jenis sampo, salah satunya sampo antiketombe, mengandung bahan kimia yang bisa melunturkan warna cat rambut. Gunakan sampo khusus untuk rambut yang diwarnai, agar warna lebih tahan lama.
8. Siapkan produk perawatan
Cat rambut mengandung bahan bernama hidrogen peroksida yang dapat merusak rambut. Setelah rambut Anda diwarnai, rawatlah dengan produk perawatan berbahan natural yang bisa mengembalikan kelembapan dan mencegah kerusakan rambut.
7 Faktor yang Menyebabkan Kerontokan Rambut
Siapa sangka polusi dan gigi berlubang ternyata dapat menyebabkan kerontokan rambut. Berikut ini tujuh faktor eksternal di luar kebiasaan kita sehari-hari yang ternyata berpengaruh langsung pada kerontokan dan kerusakan rambut.
1. Diet ketat
Masalah ini yang paling sering terjadi pada wanita. Karena ingin memiliki tubuh yang langsing, diet pun dilakukan habis-habisan hingga tanpa sadar tubuh kekurangan nutrisi dan vitamin. Tentunya nutrisi untuk rambut pun jadi tak tercukupi. Diet berlebihan juga membuat berat badan turun drastis dalam waktu singkat, dan ini membuat batang rambut menjadi lemah, mudah patah, dan mudah tercabut dari akarnya.
2. Merokok
Selain buruk bagi kesehatan, merokok juga dapat menghambat suplai oksigen ke rambut, yang menyebabkan rambut kekurangan nutrisi. Selain itu, merokok juga terbukti mempercepat proses penuaan, dan salah satu tanda penuaan adalah rambut rontok, bahkan kebotakan pada pria.
3. Stres
Saat sedang stres, tubuh memproduksi hormon kortisol dan noradrenalin. Kedua hormon ini membuat rambut "beristirahat" dan tidak memproduksi rambut baru. Jadi selama stres, kerontokan rambut mungkin tak akan bertambah, namun rambut yang rontok ini tak akan digantikan oleh rambut yang baru. Kabar baiknya, kondisi ini hanya akan bertahan selama stres berlangsung. Setelah stres berakhir, sel-sel rambut pun akan kembali berproduksi.
4. Polusi
Tinggal di kota membuat kita rentan polusi. Asap knalpot kendaraan bermotor adalah jenis polusi yang terburuk bagi rambut karena jika terpapar pada rambut dapat menyebabkan rambut menjadi lemah dan mudah rontok. Tinggal di desa tak menjamin rambut bebas terkena polusi, karena ternyata pestisida yang digunakan untuk membasmi hama di sawah dan kebun juga dapat menyebabkan kerontokan jika terpapar pada rambut.
5. Sinar matahari
Sinar matahari baik bagi kita, terutama untuk menstimulasi produksi vitamin D. Namun jika rambut terlalu lama terekspos sinar matahari tanpa perlindungan sama sekali, rambut bukan saja bisa jadi kering dan rapuh, tapi juga bercabang.
6. Bahan kimia di produk rambut
Meluruskan, mengeriting, mewarnai, dan berbagai jenis perlakuan pada rambut yang biasa dilakukan di salon, pasti menggunakan produk yang mengandung bahan kimia. Sekali dua kali tak apa, tapi terlalu sering mengotak-atik rambut dengan produk-produk ini justru akan membuat rambut rapuh dan rusak.
7. Gigi berlubang
Jangan anggap remeh gigi berlubang, apalagi jika sudah mencapai tahap infeksi. Tubuh akan memproduksi lebih banyak sel darah putih untuk melawan infeksi, dan sel darah putih itu akan terdistribusikan ke folikel rambut, yang akan membuatnya berhenti memproduksi rambut sama sekali. Jika dibiarkan, tak jarang pasien infeksi gigi mengalami kebotakan di satu area kecil di kepala. Lokasi kerontokan biasanya dekat dengan posisi gigi yang terkena infeksi. Pada pria, terkadang infeksi gigi juga berpengaruh pada kerontokan alis atau janggut.
1. Diet ketat
Masalah ini yang paling sering terjadi pada wanita. Karena ingin memiliki tubuh yang langsing, diet pun dilakukan habis-habisan hingga tanpa sadar tubuh kekurangan nutrisi dan vitamin. Tentunya nutrisi untuk rambut pun jadi tak tercukupi. Diet berlebihan juga membuat berat badan turun drastis dalam waktu singkat, dan ini membuat batang rambut menjadi lemah, mudah patah, dan mudah tercabut dari akarnya.
2. Merokok
Selain buruk bagi kesehatan, merokok juga dapat menghambat suplai oksigen ke rambut, yang menyebabkan rambut kekurangan nutrisi. Selain itu, merokok juga terbukti mempercepat proses penuaan, dan salah satu tanda penuaan adalah rambut rontok, bahkan kebotakan pada pria.
3. Stres
Saat sedang stres, tubuh memproduksi hormon kortisol dan noradrenalin. Kedua hormon ini membuat rambut "beristirahat" dan tidak memproduksi rambut baru. Jadi selama stres, kerontokan rambut mungkin tak akan bertambah, namun rambut yang rontok ini tak akan digantikan oleh rambut yang baru. Kabar baiknya, kondisi ini hanya akan bertahan selama stres berlangsung. Setelah stres berakhir, sel-sel rambut pun akan kembali berproduksi.
4. Polusi
Tinggal di kota membuat kita rentan polusi. Asap knalpot kendaraan bermotor adalah jenis polusi yang terburuk bagi rambut karena jika terpapar pada rambut dapat menyebabkan rambut menjadi lemah dan mudah rontok. Tinggal di desa tak menjamin rambut bebas terkena polusi, karena ternyata pestisida yang digunakan untuk membasmi hama di sawah dan kebun juga dapat menyebabkan kerontokan jika terpapar pada rambut.
5. Sinar matahari
Sinar matahari baik bagi kita, terutama untuk menstimulasi produksi vitamin D. Namun jika rambut terlalu lama terekspos sinar matahari tanpa perlindungan sama sekali, rambut bukan saja bisa jadi kering dan rapuh, tapi juga bercabang.
6. Bahan kimia di produk rambut
Meluruskan, mengeriting, mewarnai, dan berbagai jenis perlakuan pada rambut yang biasa dilakukan di salon, pasti menggunakan produk yang mengandung bahan kimia. Sekali dua kali tak apa, tapi terlalu sering mengotak-atik rambut dengan produk-produk ini justru akan membuat rambut rapuh dan rusak.
7. Gigi berlubang
Jangan anggap remeh gigi berlubang, apalagi jika sudah mencapai tahap infeksi. Tubuh akan memproduksi lebih banyak sel darah putih untuk melawan infeksi, dan sel darah putih itu akan terdistribusikan ke folikel rambut, yang akan membuatnya berhenti memproduksi rambut sama sekali. Jika dibiarkan, tak jarang pasien infeksi gigi mengalami kebotakan di satu area kecil di kepala. Lokasi kerontokan biasanya dekat dengan posisi gigi yang terkena infeksi. Pada pria, terkadang infeksi gigi juga berpengaruh pada kerontokan alis atau janggut.
Kiat Tampil Cantik dan Trendi ala Marissa Nasution
Marissa Nasution adalah selebritas yang selalu tampil luar biasa di setiap kesempatan. Wajah cantik, tubuh sehat, serta rambut indah terawat adalah poin yang paling menonjol dalam penampilannya. Ingin tampil memesona layaknya Marissa Nasution? Simak tips berikut ini.
Langganan:
Postingan (Atom)