BUKAN berarti karena tengah mengandung Anda tidak boleh bersenang-senang di pantai. Anda tetap bisa kok menikmati indahnya pemandangan pantai disertai butiran pasir, sinar matahari, dan suara ombak yang bergemuruh. Namun, tentunya Anda juga mesti memiliki persiapan lebih.
Yang paling utama, tanyakan dahulu kepada dokter apakah kondisi Anda memungkinkan untuk berlibur ke pantai. Jika iya, berikut beberapa tips dari ahli kandungan Kim Hoover MD dari University of Alabama Birmingham:
1. Sebaiknya Anda pergi ke pantai di awal musin panas saat sinar mataharinya tidak terlalu terik.
2. Hindari paparan langsung sinar matahari di pantai antara pukul 10.00 dan 16.00.
3. Minum banyak air, sekitar 8 liter perharinya. Usahakan selalu minum air setiap jam bila Anda di bawah sinar matahari. Perempuan hamil memang lebih berisiko mengalami dehidrasi karena lebih banyak cairan dalam tubuh mereka yang tersalurkan ke bayi. Hormon dan aliran darah berlebihan juga dapat membuat calon ibu merasa kepanasan. Jika Anda merasa pusing atau sangat lelah, ini mungkin tanda-tanda dehidrasi atau overheating.
4. Gunakan lotion tabir surya yang mengandung 30 SPF untuk mencegah kulit terbakar tabir surya untuk mencegah pembakaran dan melasma. Melasma adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh perubahan hormon saat hamil, minum pil KB, bahan-bahan kosmetik atau obat-obatan tertentu, keturunan, dan sinar matahari ( radiasi ultra violet ). Karena itu, oleskan di wajah untuk mencegah jerawat pada dahi, kemudian bibir atas dan pipi. Kini, Anda pun siap memamerkan perut bayi di pinggir pantai. (Pri/OL-06)
Tampilkan postingan dengan label ibu hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu hamil. Tampilkan semua postingan
Selasa, 05 Juli 2011
Minggu, 03 Juli 2011
Ukuran Janin Terkait dengan Potensi Asma
PARA peneliti di Universitas Aberdeen telah mengidentifikasi korelasi antara ukuran dan pertumbuhan bayi dalam kandungan dan kemungkinan seorang anak akan mengidap asma, alergi seperti eksim atau demam selama masa kanak-kanak.
Hasil itu didapat setelah tim mengukur janin dari sebanyak 1.500 perempuan hamil di Aberdeen Maternity Hospital selama trimester pertama dan kedua, pada saat bayi berusia 10 minggu kemudian 20 minggu hingga berusia 10 tahun.
Sebanyak 927 keluarga mengisi kuesioner tentang pernapasan anak dan sebanyak 449 anak menjalani uji fungsi paru-paru dan kulit guna mengidentifikasi alergi terhadap rumput, telur, tungau, debu dan kucing.
Hasil penelitian menunjukkan anak-anak berusia 5 dan 10 yang menderita asma saat menjadi embrio mereka memiliki ukuran 5 mm atau 10 persen lebih kecil dari rata-rata embrio berusia 10 minggu.
"Penelitian ini mengungkapkan bahwa janin berukuran lebih kecil daripada rata-rata saat berusia 10 minggu dan pertambahan ukurannya tergolong lambat selama kehamilan lima kali lebih mungkin untuk mengidap asma," kata pemimpin penelitian Steve Turner seperti dikutip dari Yahoo Health, Rabu (28/6).
Selain itu, janin yang ukurannya melebihi rata-rata pada 10 minggu, tetapi kemudian melambat sehingga mereka menjadi lebih kecil daripada rata-rata pada tahap berikutnya lebih mungkin untuk tahan terhadap demam. (Pri/OL-06)
Hasil itu didapat setelah tim mengukur janin dari sebanyak 1.500 perempuan hamil di Aberdeen Maternity Hospital selama trimester pertama dan kedua, pada saat bayi berusia 10 minggu kemudian 20 minggu hingga berusia 10 tahun.
Sebanyak 927 keluarga mengisi kuesioner tentang pernapasan anak dan sebanyak 449 anak menjalani uji fungsi paru-paru dan kulit guna mengidentifikasi alergi terhadap rumput, telur, tungau, debu dan kucing.
Hasil penelitian menunjukkan anak-anak berusia 5 dan 10 yang menderita asma saat menjadi embrio mereka memiliki ukuran 5 mm atau 10 persen lebih kecil dari rata-rata embrio berusia 10 minggu.
"Penelitian ini mengungkapkan bahwa janin berukuran lebih kecil daripada rata-rata saat berusia 10 minggu dan pertambahan ukurannya tergolong lambat selama kehamilan lima kali lebih mungkin untuk mengidap asma," kata pemimpin penelitian Steve Turner seperti dikutip dari Yahoo Health, Rabu (28/6).
Selain itu, janin yang ukurannya melebihi rata-rata pada 10 minggu, tetapi kemudian melambat sehingga mereka menjadi lebih kecil daripada rata-rata pada tahap berikutnya lebih mungkin untuk tahan terhadap demam. (Pri/OL-06)
Langganan:
Postingan (Atom)